Mau Ganti Kartu Sim Tri yang Rusak di Garut? Hati-hati Getok Harga

Pengalaman hidup

Sekitar akhir bulan Mei, saya pergi ke 3Store Garut untuk mengganti kartu Tri punya ibu. Kartu tidak bisa terbaca oleh ponsel setiap kali data seluler diaktifkan, padahal tanda sinyal masih muncul dan full bar.

Siang hari itu, saya disambut oleh staff yang sangat ramah. Saya sampaikan keluhan dan tidak lama dia menyanggupi permintaan penggantian kartu sim yang rusak. Akan tetapi, saya sangat terkejut dengan biaya yang disebutkan.

"...biaya penggantian kartunya 105 ribu rupiah, tapi nanti ibu akan mendapatkan kartu perdana dengan bonus kuota 3GB." 

Saya speechless. Kok mahal amat, ya? Perasaan urusan seperti ini biasanya tidak lebih dari 20ribu.

Karena ingin cepat beres dan staffnya bilang itu "biaya penggantian kartu", saya tidak banyak bertanya lagi dan mengiyakan saja sambil menandatangani surat permohonan penggantian SIM. Mistake! Jangan ditiru.

Prosesnya tentu tidak lama. Setelah itu saya keluar setengah bengong. Duduk di mobil sebentar dan baru sadar, "Demi apa? Inikah yang disebut dengan upselling? Apa emang saya bego aja sih..." 

Langsung googling biaya penggantian kartu SIM Tri di 3Store. Ternyata harganya sekitar 10ribu - 15ribu. Saya chat juga akun resmi TriIndonesia di Instagram. Biaya penggantian kartu Tri hanya Rp10.000,-, tapi memang ada kewajiban membeli pulsa/data.

Biaya resmi kartu tri

Kalau dihitung-hitung, biaya 10ribu plus katakanlah pembelian paket data termurah 35ribu (6GB paket happy sebulan) totalnya sekitar 45ribu. Ditarik jadi 50ribu. Jadi, saya sebenarnya bisa hemat 50ribu-an kemarin.

Ini bukan upselling! Sudah masuk ke manipulasi karena si staff tidak memberitahukan biaya aslinya. Dia langsung menyebutkan biaya 105ribu untuk penggantian kartu.

Dikejar target mungkin, ya? Saya jadi ada rasa kasian, tapi kalian (company and staff) kasian juga gak sih sama customer? Hehe

Curhat ke suami dan respon dia cuma, "mmmmhhh..." Like "oke lah kamu sekarang udah paham kan, pentingnya menjadi orang yang sabar, enggak grasak grusuk, enggak marah-marah dan berani bertanya atau bahkan harus banyak tanya?"

What happened happens lah kitu wéh... Hehe

Pelajaran selanjutnya saya harus lebih berani nego, lebih tenang, dan bertanya-tanya jika ada ketidaknyamanan atau hal membingungkan.

Semoga kalian, khususnya warga Garut, tidak mengalami hal serupa, ya. 

0 comments